NUKLIR UNTUK SEMUA

Pernyataan Perdana Menteri Israel Simon Peres bahwa negaranya bersama dengan negara-negara besar di Barat akan melakukan penyerangan terhadap negara Iran menunjukkan sikap berlebihan serta memicu berbagai reaksi. Bagaimana tidak, apa yang mendasari ungkapan tersebut tak lain adanya kecurigaan yang sedemikian rupa atas perkembangan pesat teknologi nuklir di negara Iran. Ditambah lagi dengan ungkapan lain bahwa negara-negara barat harus memastikan dan mengawasi Iran agar tetap menjaga komitmen untuk tidak menggunakan nuklir guna memproduksi persenjataan keperluan perang.

Apa yang dilakukan oleh Israel dan pendukungnya adalah sesuatu yang sangat kontradiktif. Mereka mengecam keras atas tindakan Pemerintah Iran yang tetap berpendirian untuk tidak menghentikan program nuklirnya, sementara negara-negara Barat bersama Israel leluasa mengeksplorasi teknologi nuklir untuk meningkatkan kemajuan bangsanya. Bahkan Amerika sendiri memiliki sebanyak 5.000 bom atom. Ketidakseimbangan seperti ini terjadi sekian lama, seolah-olah Barat adalah polisi dunia yang berhak melakukan apa saja yang ia inginkan. Reaksi lebih mengerucut ketika IEIA menyampaikan laporan tentang kegiatan Nuklir Iran yang mengarah pada pembuatan persenjataan nuklir. Ditambah dengan aksi berikutnya yang disinyalir bahwa dinas rahasia Mossad dari Israel, Pusat Agen Intelijen Amerika Serikat (CIA), dan M16 dari Inggris, mendirikan pusat mata-mata di perbatasan barat, utara dan timur Iran untuk mengawasi aktifitas-aktifitas di Iran.

Mengenai kasus ini Rusia maupun China menganggap pemberitaan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Nuklir tersebut justeru memicu ketegangan lebih lanjut antara Timur dan Barat. China sendiri mengecam Amerika Serikat dan Eropa Bersatu, yang memaksakan hukuman secara sepihak terhadap Iran dan menyatakan mereka tidak harus mengambil langkah melampaui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sementara pemerintahan Iran menolak pemberitaan tersebut dan mengatakan bahwa Laporan itu memiliki muatan politis dalam upaya menjatuhkan dan menyudutkan Iran dimata dunia.

Jika apa yang disampaikan dalam laporan IEIA itu ternyata tidak benar, persoalan ini tentu menjadi ittikad buruk karena sikap mempolitisir Barat dan sekutunya terhadap Iran. Kondisi ini menjadi indikasi nyata tentang sikap arogansi Barat terhadap negara-negara Timur. Namun demikian apa yang dilakukan oleh Israel beserta sekutunya tidak membuat Pemerintahan Iran ciut. Presiden Ahmadinejad sendiri menyampaikan dengan tegas bahwa serangan militer AS terhadap negaranya akan membawa konsekuensi yang sangat disesalkan bagi para penyerang. Dan jika Amerika tetap bersikeras untuk bersikap melawan Republik Islam, maka Iran akan membuat Amerika menyesali apa yang dia lakukan. Kini Iran yang mewakili dunia timur berkembang pesat, Israel dan Barat menampakkan kegusarannya. Mungkin sifat iri dan prasangka bukan lagi menjadi penyakit personal, tapi telah menjadi penyakit sistemik yang melanda sebuah sistem pemerintahan dan organisasi-organisasi di tingkat dunia. Meminjam istilah salah seorang intelektual negeri ini, iri dan dengki sudah di-upload ke tingkat Negara, sementara dalam pribadi para pemimpinnya bercokol penyakit ‘paranoid’ yang kian kronis. Wallahu’alam.

(Disarikan dr beberapa sumber)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s