TENTANG KESOMBONGAN

Bahwa kesombongan itu seperti noktah hitam ditengah malam yang gelap gulita. Begitu samarnya ia bahkan ia mampu menjelma menjadi segala macam bentuk sesuai gradasi dan proses metamorfosa hati dan pikiran manusia.
 
Kesombongan membayang disetiap langkah, saat sebagian orang berusaha memperbaiki citra dirinya,
Saat sibuk memproteksi diri dari segala macam kritikan,
Saat berpikir dan menerima bisikan-bisikan hingga ia tak mampu mengidentifikasi siapa dirinya,
Saat tengah menyibukkan diri dengan kata-kata langit,
Saat merasa sibuk untuk berbuat dan mengatasnamakan perjuangan kelas,
Saat menjauhi hiruk pikuk dengan merenungi segala realitas hingga ia lenyap dalam kesunyian yang diciptakannya sendiri,
Saat menuangkan pikiran untuk membuat wacana-wacana dan menggiring opini sesuai bisikan yang kemudian ia ciptakan,
Saat bercanda, serius atau antara keduanya,
Saat kaya maupun miskin,
Saat sendiri ataupun bersama,
Bahkan saat memanjatkan doa dan mengatasnamakan diri sebagai peminta-minta dihadapan Tuhan.
 
Kesombongan itu lembut, seperti lembutnya realitas yang paling lembut didunia ini. Kesombongan itu kasar, sekasar dan semenggelegar teriakan petir di langit. Kesombongan itu berirama, seperti nyayian, tembang atau pun kidung yang mengalun disetiap lembah kehidupan.
 
Kesombongan itu bergerak, segesit gerakan hati dan pikiran, ia akan menyelimuti setiap entitas tanpa ada kata permisi dan tanpa membuat orang merasakan kehadirannya

.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s