Arsip Kategori: PERISTIWA

KESEDERHANAAN PEMIMPIN

Pesta biasanya identic dengan kemeriahan, hura-hura atau  kemewahan. Apalagi bagi pesta yang diselenggarakan oleh pejabat public. Namun demikian ternyata ada seorang presiden yang menikahkan anaknya dengan sangat sederhana dan bersahaja. Siapa yang tidak mengenal Presiden Iran, Mahmud Ahmadinejad. Selain sebagai seorang pemimpin yang sangat berani, ia juga dikenal sebagai pemimpin yang sangat sederhana dan bersahaja. Kesederhanaan dan kesahajaan itu tampak saat pertama kali menduduki kantor kepresidenan, ia menyumbangkan seluruh karpet istana Iran yang sangat tinggi nilainya kepada masjid di Teheran dan menggantikannya dengan karpet biasa yang mudah dibersihkan.Selain itu tampak juga pada saat ia menikahkan putranya, Alireza Ahmadinejad tiga tahun yang lalu. Setelah ditelusuri, ternyata pernikahan tersebut hanya menelan biaya 3,5 juta Toman (setara dengan USD 3.500/ Rp 28 Juta).

Meski terbilang sederhana, pernikahan ini berlangsung dengan khidmat dan syahdu. Hal ini sangat berbeda sekali dengan upacara pernikahan anak presiden Indonesia Ibas-Aliyya yang diselenggarakan hari ini (24/11). Beberapa sumber mencatat bahwa biaya pernikahan Ibas-Aliya menghabiskan dana sebesar Rp 12 Miliar. Sementara itu, tabloid Cek dan Ricek melaporkan prosesi pernikahan ini menghabiskan dana sebesar Rp 40 Miliar.

Pernikahan Ibas-Aliya juga berdampak negatif terhadap masyarakat. Pernikahan ini telah merampas hak 300 siswa sekolah alam Cikeas dan SDN 1 Cipanas karena diliburkan, menghilangkan nafkah 1000 pedagang Pasar Cipanas dan 1000 angkutan umum Cipanas serta belasan ribu masyarakat yang akan berbelanja di Pasar Cipanas yang menggunakan angkutan umum.

Hal berbeda akan kita temukan pada pernikahan putra Ahmadinejad sebagaimana dilukiskan oleh Javad Matin tentang  prosesi pernikahan itu sebagai berikut:

“SAAT itu, pada Rabu malam ketika telepon saya berdering, Saya diundang ke upacara pernikahan sahabat baik saya, Alireza, yang akan berlangsung malam berikutnya.

Saya tahu setiap kali Idul Ghadir (Hari libur Islam di Iran) datang keluarga itu pergi ke beyt [Istana kepresidenan] dan dia akan dinikahkan dengan keponakan syahid Kaveh [tentara Iran, Garda Revolusi, dan anggota Basij yang tewas dalam perang Irak biasa disebut syahid].

Kamis malam pukul sembilan, saya pergi ke istana kepresidenan. Dari luar tempat itu, semua tampak biasa saja, sampai-sampai saya mengira bahwa saya telah datang ke tempat yang salah. Sepertinya pernikahan putra seorang presiden tidak diadakan di sana.

Saya memasuki taman dan sadar bahwa saya harus mematikan telepon. Sekelompok orang berbaris untuk salat. Kemudian saya memasuki aula. Sejumlah meja kosong karena tamu yang duduk sedang pergi untuk melaksanakan salat. Buah-buahan dan kue, sebotol air mineral, beberapa piring dan pisau telah ditata di meja untuk para tamu.

Saya menanyakan keberadaaan “doktor” [sebutan untuk Ahmadinejad dari para pendukungnya karena dia adalah doktor di bidang teknik sipil dan manajemen lalu lintas transportasi]. Saya diberi tahu bahwa dia sedang salat di halaman belakang.

Karena kurangnya ruangan, beberapa tamu pergi menuju halaman belakang. Saya salat bersama, seorang ajudan senior kepresidenan, Mojtaba Samareh Hashemi. Kemudian saya kembali ke aula.

Sang doktor sedang duduk di meja pertama di sebelah ayah pengantin wanita. Setelah bersalaman hangat dengannya dan beberapa pejabat lain, saya duduk di salah satu meja.

Kemudian sang pengantin pria memasuki aula. Dia mengucapkan salam kepada setiap tamu dan duduk di samping doktor dan ayah mempelai wanita, Haj Agha Akbari.

Ketua panitia penyelenggara pernikahan, Mr. Kheirkhah, mengatakan betapa doktor begitu perhatian terhadap resepsi pernikahan ini sampai pada hal-hal yang detailnya. Dia mengatakan bahwa doktor hanya memesan satu jenis makanan dan membayar 3,5 juta toman [sekitar 3.500 dolar / Rp 28 juta] untuk biaya resepsi.

Dia menambahkan bahwa jumlah tamu pria sebanyak 180 orang. Saya hanya melihat sedikit pejabat negara. Saya pernah ke pernikahan pejabat publik sebelumnya dan di sana tidak hanya ada pengeluaran mewah tapi juga banyak menteri dan pejabat negara yang hadir.

Tapi apa yang saya lihat disini benar-benar penuh dengan kesederhanaan. Ini adalah resepsi rakyat, padahal ayah sang pengatin pria adalah orang nomor satu di negeri ini.

Dalam pesta tersebut, aura kesederhanaan sangat terasa di mana-mana. Hal tersebut terbukti dari cara tamu dijamu. Hal ini juga bisa dilihat dari mobil yang digunakan untuk mengantar pengantin dan perjamuan itu sendiri yang sederhana namun lezat dan harum.

Pembawa acara resepsi meledek Alireza tentang subsidi dan 1 juta toman yang akan diterima anaknya kelak, yang membuat doktor tersenyum.

Upacara telah berakhir, tetapi sang doktor dan ayahnya pengantin wanita berdiri di pintu gerbang untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para tamu.
Menarik melihat bagaimana sang doktor melayani anak berumur 7-8 tahun yang berteriak “Paman! Paman!” kepadanya. Dia memeluk dan memperlakukannya dengan baik.

Semua orang telah pulang dan sang doktor menuju dapur untuk menyampaikan terima kasih kepada mereka yang bekerja untuk resepsi. Ketika semua orang telah pergi, pengantin pria dan wanita masuk ke mobil mereka tanpa ada formalitas tambahan dan pulang ke rumah dengan keluarga.

Saya menyampaikan selamat kepada sahabat saya, Alireza,sang doktor, keluarganya yang terhormat, dan juga keluarga syahid Mahmoud Kaveh. Semoga mereka memiliki kehidupan yang baik di bawah bayangan Imam Zaman.

Sudah menjadi hak setiap orang untuk melaksanakan pernikahan dengan kemewahan, terlebih lagi menggunakan uang pribadi. Namun, sebagaimana nasihat Ali bin Abi Thalib, seorang pemimpin memiliki kekhususannya tersendiri. Dengan tanggung jawab yang lebih besar, dia harus bisa menyesuaikan dan merasakan kehidupan rakyat terbawah yang dipimpinnya. Wallahu’alam.

(Disarikan oleh : Moh. Hattem)

NUKLIR UNTUK SEMUA

Pernyataan Perdana Menteri Israel Simon Peres bahwa negaranya bersama dengan negara-negara besar di Barat akan melakukan penyerangan terhadap negara Iran menunjukkan sikap berlebihan serta memicu berbagai reaksi. Bagaimana tidak, apa yang mendasari ungkapan tersebut tak lain adanya kecurigaan yang sedemikian rupa atas perkembangan pesat teknologi nuklir di negara Iran. Ditambah lagi dengan ungkapan lain bahwa negara-negara barat harus memastikan dan mengawasi Iran agar tetap menjaga komitmen untuk tidak menggunakan nuklir guna memproduksi persenjataan keperluan perang.

Apa yang dilakukan oleh Israel dan pendukungnya adalah sesuatu yang sangat kontradiktif. Mereka mengecam keras atas tindakan Pemerintah Iran yang tetap berpendirian untuk tidak menghentikan program nuklirnya, sementara negara-negara Barat bersama Israel leluasa mengeksplorasi teknologi nuklir untuk meningkatkan kemajuan bangsanya. Bahkan Amerika sendiri memiliki sebanyak 5.000 bom atom. Ketidakseimbangan seperti ini terjadi sekian lama, seolah-olah Barat adalah polisi dunia yang berhak melakukan apa saja yang ia inginkan. Reaksi lebih mengerucut ketika IEIA menyampaikan laporan tentang kegiatan Nuklir Iran yang mengarah pada pembuatan persenjataan nuklir. Ditambah dengan aksi berikutnya yang disinyalir bahwa dinas rahasia Mossad dari Israel, Pusat Agen Intelijen Amerika Serikat (CIA), dan M16 dari Inggris, mendirikan pusat mata-mata di perbatasan barat, utara dan timur Iran untuk mengawasi aktifitas-aktifitas di Iran.

Mengenai kasus ini Rusia maupun China menganggap pemberitaan yang dilakukan oleh Badan Pengawas Nuklir tersebut justeru memicu ketegangan lebih lanjut antara Timur dan Barat. China sendiri mengecam Amerika Serikat dan Eropa Bersatu, yang memaksakan hukuman secara sepihak terhadap Iran dan menyatakan mereka tidak harus mengambil langkah melampaui resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sementara pemerintahan Iran menolak pemberitaan tersebut dan mengatakan bahwa Laporan itu memiliki muatan politis dalam upaya menjatuhkan dan menyudutkan Iran dimata dunia.

Jika apa yang disampaikan dalam laporan IEIA itu ternyata tidak benar, persoalan ini tentu menjadi ittikad buruk karena sikap mempolitisir Barat dan sekutunya terhadap Iran. Kondisi ini menjadi indikasi nyata tentang sikap arogansi Barat terhadap negara-negara Timur. Namun demikian apa yang dilakukan oleh Israel beserta sekutunya tidak membuat Pemerintahan Iran ciut. Presiden Ahmadinejad sendiri menyampaikan dengan tegas bahwa serangan militer AS terhadap negaranya akan membawa konsekuensi yang sangat disesalkan bagi para penyerang. Dan jika Amerika tetap bersikeras untuk bersikap melawan Republik Islam, maka Iran akan membuat Amerika menyesali apa yang dia lakukan. Kini Iran yang mewakili dunia timur berkembang pesat, Israel dan Barat menampakkan kegusarannya. Mungkin sifat iri dan prasangka bukan lagi menjadi penyakit personal, tapi telah menjadi penyakit sistemik yang melanda sebuah sistem pemerintahan dan organisasi-organisasi di tingkat dunia. Meminjam istilah salah seorang intelektual negeri ini, iri dan dengki sudah di-upload ke tingkat Negara, sementara dalam pribadi para pemimpinnya bercokol penyakit ‘paranoid’ yang kian kronis. Wallahu’alam.

(Disarikan dr beberapa sumber)

Bom Syahid di Mata Habib

Penulis : Syafiq Basri Assegaff: Dosen ProgramPascasarjana, dan Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina.

Dari samping mihrabnya di masjid, Habib bicara tentang mati syahid. “Konsep syahid telah disalahpahami,” katanya. ”Mari kita luruskan.”

Habib memulai khutbahnya dengan penyesalan atas terjadinya bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Solo, Ahad lalu. “Kita berdoa semoga pelakunya segera diseret ke muka hukum dan diganjar seberat-beratnya, tetapi tetap dengan menjunjung keadilan,” kata Habib.

Ia melihat sejak awal tahun ini telah terjadi beberapa tindakan kekerasan yang amat merisaukan, tetapi seolah ada pembiaran. Habib kemudian merujuk pada kekerasan di Pesantren Yapi Pasuruan, Jawa Timur; peristiwa Ahmadiyah di Cikeusik, Banten; dan kerusuhan di gereja Temanggung, Jawa Tengah. Lalu, “Yang juga sangat kita sesalkan, dan mirip dengan kejadian di Solo, adalah terjadinya bom bunuh diri di masjid kompleks Markas Kepolisian Resor Kota Cirebon,” tambahnya sambil meluruskan serban.

Maka ia pun memperingatkan pemerintah, sebagai pihak yang memegang hak monopoli, agar benar-benar bersikap tegas dan berani. Habib menantang, “Pemerintah harus lebih berani, agar anarkisme tidak lagi dianggap wajar, sehingga kita seolah hidup di hutan tanpa aturan,” katanya.

Ia lalu mengutip peringatan khalifah keempat, Ali bin Abi Thalib, bahwa “Apabila sikap lemah lembut menyebabkan terjadinya kerusakan dan pembangkangan, maka sikap tegas adalah bentuk lain dari ’kelemahlembutan’ itu sendiri.’ “Maka kita harapkan Presiden SBY mengganti kata ‘lanjutkan!’ dengan kata perintah ‘hentikan!’” katanya.

Menurut Habib, sudah lama rakyat menanti pernyataan pemerintah dari ‘akan menindak’ menjadi ‘sudah ditindak’, bukan saja kepada si perusuh atau pelaku, melainkan juga terhadap aparat keamanan yang tak mampu mengamankan daerahnya. “Kalau ini tidak berhasil mereka laksanakan dalam tempo singkat, Presiden mesti segera memecat mereka!” kata Habib. Tindakan tegas dan berani itu, dalam pandangannya, sekaligus akan bermanfaat bagi Presiden SBY dalam rangka memperbaiki citra beliau yang agak menurun belakangan ini.

Itu dari sisi pemerintah. Di sisi lain, menurut Habib, para pemimpin agama perlu makin bijak dalam strategi dakwah kepada pengikutnya masing-masing, dan jangan mudah percaya pada mereka yang mudah menjual agama. “Ingat, banyak bukti bahwa kekerasan di dunia dilakukan orang dengan mengatasnamakan bermacam-macam agama,” tambahnya.

Islam agama sosial

Dari sudut pandang Islam, sudah saatnya para ulama bangkit menggelorakan dakwah yang penuh pemaafan (tasaamuh), akal sehat, dan berakhlak. “Tekankan kepada Muslimin bahwa, karena sumber perbedaan biasanya berkait dengan ayat Al Quran yang multitafsir, maka kita boleh saja berbeda pendapat — sepanjang tujuannya sama,” ujarnya lagi.

Kata Habib, Islam sebagai agama sosial lebih mementingkan hubungan sesama manusia (hablum min-an-naas) dan bukan sekedar mengurusi masalah ritual antara kita dengan Tuhan. Ulama juga harus mengajak umat merenungkan bahwa Tuhan memang tidak hendak menciptakan umat yang menganut agama tunggal. ”Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat saja, tetapi Allah hendak menguji kamu, maka berlomba-lombalah dalam berbuat kebajikan,” kata Habib mengutip Al Quran.

Habib duduk rehat sejenak. Ia membaca tahlil, tahmid, takbir dan istigfar. Ia lalu melanjutkan: banyak orang yang terlalu cepat menyimpulkan (jump into conclusion), lalu mencampuradukkan makna-makna dalam agama sebelum melakukan klarifikasi pada ahlinya. Akibatnya, mereka terpuruk pada kesesatan atau konflik dengan pihak lain, baik yang seagama maupun antar-agama.

Di antara contohnya adalah kekeliruan dalam memahami Islam sebagai seolah-olah agama yang mementingkan tampilan di permukaan (ekstrinsik) atau yang tersurat saja. Padahal Islam itu sempurna, kaaffaah, dan mesti dijalankan secara intrinsik pula. Tidak hanya yang tersurat, tekstual, tapi juga yang tersirat.

“Ingat, iman tidak hanya ditunjukkan oleh khusyuknya solat, janggut panjang dan baju yang rapat menutup tubuh, tapi mereka juga harus menghindarkan diri dari perbuatan yang sia-sia seperti korupsi, berzina dan membunuh orang tidak berdosa,” katanya.

Demikian pula dengan makna mati syahid. Yang dimaksud syahid – sebagai sebaik-baik cara mati dalam Islam — itu adalah lewat sebuah perang yang adil, bukan membunuh yang tak berdosa, apalagi di dalam masjid atau gereja. “Itu justru tindakan pengecut atau munafik,” kata Habib.

Dalam Al Quran, pembunuhan hanya boleh dalam perang; itu pun sebuah perang untuk mempertahankan diri jika diserang, atau untuk membela nilai-nilai yang mulia dan mereka yang lemah. “Al Qur’an mengatakan barang siapa membunuh seorang manusia tanpa alasan yang jelas dan legal, ia seakan-akan membunuh seluruh manusia di muka bumi ini. Dan sebaliknya, siapa saja yang menyelamatkan orang (dari kematian), ibaratnya ia menyelamatkan seluruh umat manusia ini,” katanya.

Habib lalu menunjuk pada  tempat imam di masjid, yang disebut ’mihrab’ atau maudhiu harb. Kata itu berarti ’tempat perang’, karena di situlah sesungguhnya ’perang’ yang hakiki: apakah shalat kita bisa mencegah kemungkaran dan kejahatan (hawa nafsu) yang berkecamuk dalam jiwa. “Itulah sebuah jihad besar,” kata Habib.

“Maka saya ingatkan, dalam negara binneka seperti Indonesia, kita mesti hidup berdampingan secara damai dengan penuh keragaman. Di sini kita memerlukan ‘syuhada’ dalam memberantas korupsi, memerangi kemiskinan, maksiat,dan ketidakadilan – bukan mati konyol di tempat ibadah.”

Syafiq Basri Assegaff: Dosen ProgramPascasarjana, dan Peneliti di Pusat Studi Islam dan Kenegaraan Universitas Paramadina.

KLAIM ISRAEL ATAS REVOLUSI ARAB

Hasil riset yang dilakukan oleh pusat kajian strategi Israel meragukan bahwa revolusi Arab akan melahirkan sistem demokrasi yang hakiki. Seperti yang terjadi pada Mesir saat ini, jatuhnya Hosni Mobarak akibat unjuk rasa besar-besaran menurutnya hanya mengakibatkan pergeseran  kursi kekuasaannya saja tanpa pengaruh signifikan terhadap eksistensi Israel di dunia Arab.

Menurutnya permasalahan yang akan muncul berikutnya adalah persoalan ekonomi dalam negeri Mesir yang dianggap memiliki ketergantungan besar terhadapI srael baik langsung maupun tidak langsung. Perjanjian damai Camp David antara Mesir dan Israel pada tahun 1979 sangat membantu Israel untuk mengurangi anggaran pertahanan dari 30 persen menjadi 7 persen dari tahun 1974 hingga tahun 2010. Penurunan yang sangat drastis tersebut mendorong pertumbuhan ekonomi Israel menjadi sangat fantastis selama lebih dari tiga dekade terakhir.

 Demikianpun dengan Revolusi rakyat Suriah, Israel tetap merasa aman sebab rezim Bashar al Assad memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas di dataran Tinggi Golan. Menurutnya siapapun nanti yang akan memegang kekuasaan, Suriah tidak akan mampu melancarkan perang terhadap Israel disebabkan perimbangan kekuatan yang sangat jauh.

Kekhawatiran saat ini justeru apabila terjadi pergolakan di Jordania. Sebab akan memiliki pengaruh yang besar terhadap eksistensi Israel.  Hal ini disebabkan jika mayoritas warga Palestina yang terdapat di Jordania mendapatkan kemenangan dalam revolusi yang dilakukan,  maka akan menjadi ancaman besar bagi Israel pada pola konflik Arab Israel.

Demikian juga peristiwa di Bahrain akan memberikan dampak besar pula bagi Israel. Kekhawatiran Israel lebih pada jika mayoritas Syiah di Bahrain berkuasa, maka akan kembali terjalin hubungan diplomatik dengan Iran. Dan hal ini lah yang sangat mengkhawatirkan Israel dan dunia Barat.

Kekhawatiran itu memang sangat masuk akal melihat bagaimana  superioritas Iran saat ini telah mulai mengguncang hegemoni Barat dan Israel. Transformasi nilai yang cukup revolusioner telah terbukti nyata dengan munculnya gerakan-gerakan revolusi yang terjadi di Arab beberapa waktu terakhir.

ORMAS AHLUL BAIT INDONESIA

Setelah dideklarasikan Ormas Ahlul Bait Indonesia pada tanggal 15 Juni 2011 ( http://ahlulbaitindonesia.org/index.php/berita/nasional/456-ahlulbait-indonesia-dideklarasikan-.html ), kini akan  dideklarasikan pula Dewan Pengurus Wilayah di 7 propinsi di Indonesia. Saat ini DPW Ahlulbait Indonesia telah dikukuhkan di tiga Provinsi, yakni Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Menyusul kemudian  Jawa Timur, Lampung, Sulteng, dan Jawa Tengah, demikian diungkapkan oleh Ahmad Hidayat Sekretaris Jenderal DPP AhlulbaitIndonesia. Hasil Musyawarah Wilayah (Muswil) I Sulsel memilih Dr Khusnul Yaqin MSc sebagai Ketua DPW. Kepengurusan DPW Sulsel telah dilantik pada tanggal 04 Juli 2011, bertepatan dengan peringatan Milad Imam Husein AS.

Tak berselang lama setelah itu tanggal 16 Juli lalu, Ketua DPW Ahlulbait Indonesia Kaltim yang diketuai oleh Habib Luman Bilfaqih resmi dikukuhkan oleh Wakil Ketua Umum DPP Ahlulbait Indonesia, Abdullah Beik, MA. Ratusan massa pecinta Ahlulbait menghadiri acara pelantikan yang dilaksanakan di gedung Pramuka, Samarinda, yang dirangkaikan dengan peringatan Milad Imam Mahdi afs. Dalam waktu yang tidak terlalu lama pula, empat wilayah lainnya akan segera dilantik oleh DPP ABI.

Ketua DPW Ahlulbait Indonesia Jawa Tengah terpilih adalah Ustadz Achmad Nurcholis dan dibantu Ahmad Mujahid MS sebagai Sekretaris Umum.  Lampung dan Sulteng telah melaksanakan Muswil dan masih dalam tahap penyempurnaan susunan kepengurusan. Di Jawa Timur tanggal 16 Juli lalu, komunitas Ahlulbait Indonesia berkumpul di Malang  menyelenggarakan Muswil I dan terpilihMuchtar Luthfi, MA sebagai Ketua DPW Ahlulbait Indonesia Periode 2011-2015.

Semoga Ormas Ahlul Bait di Indonesia, mampu menjadikan gerakan ini sebagai gerakan riil untuk membumikan ajaran-ajaran Rasulullah dan Ahlulbaitnya pada berbagai aspek kehidupan di tanah air.

RISALAH AMMAN “PERNYATAAN SIKAP KONFERENSI ISLAM INTERNASIONAL”

Konferensi ini diadakan di Amman, Yordania, dengan tema “Islam Hakiki dan Perannya dalam Masyarakat Modern” (27-29 Jumadil Ula 1426 H. / 4-6 Juli 2005 M.)

Bismillahir-Rahmanir-Rahim

SALAM DAN SALAWAT SEMOGA TERCURAH PADA BAGINDA NABI MUHAMMAD DAN KELUARGANYA YANG SUCI

Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kalian dari satu jiwa… (Al-Nisa’,4:1)

Sesuai dengan fatwa-fatwa yang dikeluarkan oleh YTH Imam Besar Syaikh Al-Azhar, YTH Ayatollah Sayyid Ali Al-Sistani, YTH Mufti Besar Mesir, para ulama Syiah yang terhormat (baik dari kalangan Syiah Ja’fari maupun Zaidi), YTH Mufti Besar Kesultanan Oman, Akademi Fiqih Islam Kerajaan Saudi Arabia, Dewan Urusan Agama Turki, YTH Mufti Besar Kerajaan Yordania dan Para Anggota Komite Fatwa Nasional Yordania, dan YTH Syaikh Dr. Yusuf Al-Qaradawi;Sesuai dengan kandungan pidato Yang Mulia Raja Abdullah II bin Al-Hussein, Raja Yordania, pada acara pembukaan konferensi;

Sesuai dengan pengetahuan tulus ikhlas kita pada Allah SWT;

Dan sesuai dengan seluruh makalah penelitian dan kajian yang tersaji dalam konferensi ini, serta seluruh diskusi yang timbul darinya;

Kami, yang bertandatangan di bawah ini, dengan ini menyetujui dan menegaskan kebenaran butir-butir yang tertera di bawah ini:

(1) Siapa saja yang mengikuti dan menganut salah satu dari empat mazhab Ahlus Sunnah (Syafi’i, Hanafi, Maliki, Hanbali), dua mazhab Syiah (Ja’fari dan Zaydi), mazhab Ibadi dan mazhab Zhahiri adalah Muslim. Tidak diperbolehkan mengkafirkan salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas. Darah, kehormatan dan harta benda salah seorang dari pengikut/penganut mazhab-mazhab yang disebut di atas tidak boleh dihalalkan. Lebih lanjut, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti akidah Asy’ari atau siapa saja yang mengamalkan tasawuf (sufisme). Demikian pula, tidak diperbolehkan mengkafirkan siapa saja yang mengikuti pemikiran Salafi yang sejati. Sejalan dengan itu, tidak diperbolehkan mengkafirkan kelompok Muslim manapun yang percaya pada Allah, mengagungkan dan mensucikan-Nya, meyakini Rasulullah (saw) dan rukun-rukun iman, mengakui lima rukun Islam, serta tidak mengingkari ajaran-ajaran yang sudah pasti dan disepakati dalam agama Islam.

(2) Ada jauh lebih banyak kesamaan dalam mazhab-mazhab Islam dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan di antara mereka. Para pengikut/penganut kedelapan mazhab Islam yang telah disebutkan di atas semuanya sepakat dalam prinsip-prinsip utama Islam (Ushuluddin). Semua mazhab yang disebut di atas percaya pada satu Allah yang Mahaesa dan Makakuasa; percaya pada al-Qur’an sebagai wahyu Allah; dan bahwa Baginda Muhammad saw adalah Nabi dan Rasul untuk seluruh manusia. Semua sepakat pada lima rukun Islam: dua kalimat syahadat (syahadatayn); kewajiban shalat; zakat; puasa di bulan Ramadhan, dan Haji ke Baitullah di Mekkah. Semua percaya pada dasar-dasar akidah Islam: kepercayaan pada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitabNya, para rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk dari sisi Allah. Perbedaan di antara ulama kedelapan mazhab Islam tersebut hanya menyangkut masalah-masalah cabang agama (furu’) dan tidak menyangkut prinsip-prinsip dasar (ushul) Islam. Perbedaan pada masalah-masalah cabang agama tersebut adalah rahmat Ilahi. Sejak dahulu dikatakan bahwa keragaman pendapat di antara ‘ulama adalah hal yang baik.

(3) Mengakui kedelapan mazhab dalam Islam tersebut berarti bahwa mengikuti suatu metodologi dasar dalam mengeluarkan fatwa: tidak ada orang yang berhak mengeluarkan fatwa tanpa keahlihan pribadi khusus yang telah ditentukan oleh masing-masing mazhab bagi para pengikutnya. Tidak ada orang yang boleh mengeluarkan fatwa tanpa mengikuti metodologi yang telah ditentukan oleh mazhab-mazhab Islam tersebut di atas. Tidak ada orang yang boleh mengklaim untuk melakukan ijtihad mutlak dan menciptakan mazhab baru atau mengeluarkan fatwa-fatwa yang tidak bisa diterima hingga membawa umat Islam keluar dari prinsip-prinsip dan kepastian-kepastian Syariah sebagaimana yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab yang telah disebut di atas.

(4) Esensi Risalah Amman, yang ditetapkan pada Malam Lailatul Qadar tahun 1425 H dan dideklarasikan dengan suara lantang di Masjid Al-Hasyimiyyin, adalah kepatuhan dan ketaatan pada mazhab-mazhab Islam dan metodologi utama yang telah ditetapkan oleh masing-masing mazhab tersebut. Mengikuti tiap-tiap mazhab tersebut di atas dan meneguhkan penyelenggaraan diskusi serta pertemuan di antara para penganutnya dapat memastikan sikap adil, moderat, saling memaafkan, saling menyayangi, dan mendorong dialog dengan umat-umat lain.

(5) Kami semua mengajak seluruh umat untuk membuang segenap perbedaan di antara sesama Muslim dan menyatukan kata dan sikap mereka; menegaskan kembali sikap saling menghargai; memperkuat sikap saling mendukung di antara bangsa-bangsa dan negara-negara umat Islam; memperkukuh tali persaudaraan yang menyatukan mereka dalam saling cinta di jalan Allah. Dan kita mengajak seluruh Muslim untuk tidak membiarkan pertikaian di antara sesama Muslim dan tidak membiarkan pihak-pihak asing mengganggu hubungan di antara mereka.

Allah berfirman:

Sesungguhnya orang-orang beriman adalah bersaudara. Maka itu islahkan hubungan di antara saudara-saudara kalian dan bertakwalah kepada Allah sehingga kalian mendapat rahmat-Nya. (Al-Hujurat, 49:10).

Amman, 27-29 Jumadil Ula 1426 H./ 4-6 Juli 2005 M.

Para penandatangan:

AFGHANISTAN

1. YTH. Nusair Ahmad Nour

Dubes Afghanistan untuk Qatar

ALJAZAIR

1. YTH. Lakhdar Ibrahimi

Utusan Khusus Sekjen PBB; Mantan Menlu Aljazair

2. Prof. Dr. Abd Allah bin al-Hajj Muhammad Al Ghulam Allah

Menteri Agama

3. Dr. Mustafa Sharif

Menteri Pendidikan

4. Dr. Sa’id Shayban

Mantan Menteri Agama

5. Prof. Dr. Ammar Al-Talibi

Departemen Filsafat, University of Algeria

6. Mr. Abu Jara Al-Sultani

Ketua LSM Algerian Peace Society Movement

AUSTRIA

1. Prof. Anas Al-Shaqfa

Ketua Komisi Islam

2. Mr. Tar afa Baghaj ati

Ketua LSM Initiative of Austrian Muslims

AUSTRALIA

1. Shaykh Salim ‘Ulwan al-Hassani

Sekjen, Darulfatwa, Dewan Tinggi Islam

AZERBAIJAN

1. Shaykh Al-Islam Allah-Shakur bin Hemmat Bashazada

Ketua Muslim Administration of the Caucasus

BAHRAIN

1. Syaikh Dr. Muhammad Ali Al-Sutri

Menteri Kehakiman

2. Dr. Farid bin Ya’qub Al-Miftah

sekretaris Kementerian Agama

BANGLADESH

1. Prof. Dr. Abu Al-Hasan Sadiq

Rektor Asian University of Bangladesh

BOSNIA dan HERZEGOVINA

1. Prof. Dr. Syaikh Mustafa Ceric

Ketua Majlis ‘Ulama’dan Mufti Besar Bosnia dan Herzegovina

2. Prof. Hasan Makic

Mufti Bihac

3. Prof. Anes Lj evakovic

Peneliti dan Pengajar, Islamic Studies College

BRAZIL

1. Syaikh Ali Muhmmad Abduni

Perwakilan International Islamic Youth Club di Amerika Latin

KANADA

1. Shaykh Faraz Rabbani

Guru, Hanafijurisprudence, Sunnipath.com

REPUBLIK CHAD

1. Shaykh Dr. Hussein Hasan Abkar

Presiden, Higher Council for Islamic Affair; Imam Muslim, Chad

MESIR

1. Prof. Dr. Mahmud Hamdi Zaqzuq

Menteri Agama

2. Prof. Dr. Ali Jumu’a

Mufti Besar Mesir

3. Prof. Dr. Ahmad Muhammad Al-Tayyib

Rektor Universitas Al-Azhar University

4. Prof. Dr. Kamal Abu Al-Majd

Pemikir Islam; Mantan Menteri Informasi;

5. Dr. Muhammad Al-Ahmadi Abu Al-Nur

Mantan Menteri Agama Mesir; Profesor Fakultas Syariah, Yarmouk University, Jordan

6. Prof. Dr. Fawzi Al-Zifzaf

Ketua Masyayikh Al-Azhar; Anggota the Academy of Islamic Research

7. Prof. Dr. Hasan Hanafi

Peneliti dan Cendekiawan Muslim, Departemen Filsafat, Cairo University

8. Prof. Dr. Muhammad Muhammad Al-Kahlawi

Sekjen Perserikatan Arkeolog Islam;

Dekan Fakultas Studi Kesejarahan Kuno, Cairo University

9. Prof. Dr. Ayman Fuad Sayyid

Mantan Sekjen, Dar al-Kutub Al-Misriyya

10. Syaikh Dr. Zaghlul Najjar

Anggota Dewan Tinggi Urusan Islam, Mesir

11. Syaikh Moez Masood

Dai Islam

12. Dr. Raged al-Sirjani

13. Dr. Muhammad Hidaya

PERANCIS

1. Syaikh Prof. Dalil Abu Bakr

Ketua Dewan Tinggi Urusan Agama Islam dan Dekan Masjid Paris

2. Dr. Husayn Rais

Direktur Urusan Budaya, Masjid Jami’ Paris

JERMAN

1. Prof. Dr. Murad Hofmann

Mantan Dubes Jerman untuk Maroko

2. Syaikh Salah Al-Din Al- Ja’farawi

Asisten Sekjen World Council for Islamic Propagation

INDIA

1. H.E. Maulana Mahmood Madani

Anggota Parlemen

Sekjen Jamiat Ulema-i-Hind

2. Ja’far Al-Sadiq Mufaddal Sayf Al-Din

Cendikiawan Muslim

3. Taha Sayf Al-Din

Cendikiawan Muslim

4. Prof. Dr. Sayyid Awsaf Ali

Rektor Hamdard University

5. Prof. Dr. Akhtar Al-Wasi

Dekan College of Humanities and Languages

INDONESIA

1. Dr. Tutty Alawiyah

Rektor Universitas Islam Al-Syafi’iyah

2. Rabhan Abd Al-Wahhab

Dubes RI untuk Yordania

3. KH Ahmad Hasyim Muzadi

Mantan Ketua PBNU

4. Rozy Munir

Mantan Wakil Ketua PBNU

5. Muhamad Iqbal Sullam

International Conference of Islamic Scholars, Indonesia

IRAN

1. Ayatollah Syaikh Muhammad Ali Al-Taskhiri

Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah.

2. Ayatollah Muhammad Waez-zadeh Al-Khorasani

Mantan Sekjen Majma Taqrib baynal Madzahib Al-Islamiyyah

3. Prof. Dr. Mustafa Mohaghegh Damad

Direktur the Academy of Sciences; Jaksa; Irjen Kementerian Kehakiman

4. Dr. Mahmoud Mohammadi Iraqi

Ketua LSM Cultural League and Islamic Relations in the Islamic Republic of Iran

5. Dr. Mahmoud Mar’ashi Al-Najafi

Kepala Perpustakaan Nasional Ayatollah Mar’ashi Al-Najafi

6. Dr. Muhammad Ali Adharshah

Sekjen Masyarakat Persahabatan Arab-Iran

7. Shaykh Abbas Ali Sulaymani

Wakil Pemimpin Spiritual Iran di wilayah Timur Iran

IRAK

1. Grand Ayatollah Shaykh Husayn Al-Mu’ayyad

Pengelola Knowledge Forum

2. Ayatollah Ahmad al-Bahadili

Dai Islam

3. Dr. Ahmad Abd Al-Ghaffur Al-Samara’i

Ketua Diwan Waqaf Sunni

ITALIA

1. Mr. Yahya Sergio Pallavicini

Wakil Ketua, Islamic Religious Community of Italy (CO.RE.IS.)

YORDANIA

1. Prof. Dr. Ghazi bin Muhammad

Utusan Khusus Raja Abdullah II bin Al-Hussein

2. Syaikh Izzedine Al-Khatib Al-Tamimi

Jaksa Agung

3. Prof. Dr. Abdul-Salam Al-Abbadi

Mantan Menteri Agama

4. Prof. Dr. Syaikh Ahmad Hlayyel

Penasehat Khusus Raja Abdullah dan Imam Istana Raja

5. Syaikh Said Al-Hijjawi

Mufti Besar Yordania

6. Akel Bultaji

Penasehat Raja

7. Prof. Dr. Khalid Touqan

Menteri Pendidikan dan Riset

8. Syaikh Salim Falahat

Ketua Umum Ikhwanul Muslimin Yordania

9. Syaikh Dr. Abd Al-Aziz Khayyat

Mantan Menteri Agama

10. Syaikh Nuh Al-Quda

Mantan Mufti Angkatan Bersenjata Yordania

11. Prof. Dr. Ishaq Al-Farhan

Mantan Menteri Pendidikan

12. Dr. Abd Al-Latif Arabiyyat

Mantan Ketua DPR Yordania;

Shaykh Abd Al-Karim Salim Sulayman Al-Khasawneh

Mufti Besar Angkatan Bersenjata Yordania

13. Prof. Dr. Adel Al-Toweisi

Menteri Kebudayaan

14. Mr.BilalAl-Tall

Pemimpin Redaksi Koran Liwa’

15. Dr. Rahid Sa’id Shahwan

Fakultas Ushuluddin, Balqa Applied University

KUWAIT

1. Prof. Dr. Abdullah Yusuf Al-Ghoneim

Kepala Pusat Riset dan Studi Agama

2. Dr. Adel Abdullah Al-Fallah

Wakil Menteri Agama

LEBANON

1. Prof. Dr. Hisham Nashabeh

Ketua Badan Pendidikan Tinggi

2. Prof. Dr. Sayyid Hani Fahs

Anggota Dewan Tinggi Syiah

3. Syaikh Abdullah al-Harari

Ketua Tarekat Habashi

4. Mr. Husam Mustafa Qaraqi

Anggota Tarekat Habashi

5. Prof. Dr. Ridwan Al-Sayyid

Fakultas Humaniora, Lebanese University; Pemred Majalah Al-Ijtihad

6. Syaikh Khalil Al-Mays

Mufti Zahleh and Beqa’ bagian Barat

LIBYA

1. Prof. Ibrahim Al-Rabu

Sekretaris Dewan Dakwah Internasional

2. Dr. Al-Ujaili Farhat Al-Miri

Pengurus International Islamic Popular Leadership

MALAYSIA

1. Dato’ Dr. Abdul Hamid Othman

Menteri Sekretariat Negara

2. Anwar Ibrahim

Mantan Perdana Menteri

3. Prof. Dr. Muhamad Hashem Kamaly

Dekan International Institute of Islamic Thought and Civilisation

4. Mr. Shahidan Kasem

Menteri Negara Bagian Perlis, Malaysia

5. Mr. Khayri Jamal Al-Din

Wakil Ketua Bidang Kepemudaan UMNO

MALADEWA

1. Dr. Mahmud Al-Shawqi

Menteri Pendidikan

MAROKO

1. Prof. Dr. Abbas Al-Jarari

Penasehat Raja

2. Prof. Dr. Mohammad Farouk Al-Nabhan

Mantan Kepala DarAl-Hadits Al-Hasaniyya

3. Prof. Dr. Ahmad Shawqi Benbin

Direktur Perpustakaan Hasaniyya

4. Prof. Dr. Najat Al-Marini

Departemen Bahasa Arab, Mohammed V University

NIGERIA

1. H.H. Prince Haji Ado Bayero

Amir Kano

2. Mr. Sulayman Osho

Sekjen Konferensi Islam Afrika

KESULTANAN OMAN

1. Shaykh Ahmad bin Hamad Al-Khalili

Mufti Besar Kesultanan Oman

2. Shaykh Ahmad bin Sa’ud Al-Siyabi

Sekjen Kantor Mufti Besar

PAKISTAN

1. Prof. Dr. Zafar Ishaq Ansari

Direktur Umum, Pusat Riset Islam, Islamabad

2. Dr. Reza Shah-Kazemi

Cendikiawan Muslim

3. Arif Kamal

Dubes Pakistan untuk Yordania

4. Prof. Dr. Mahmoud Ahmad Ghazi

Rektor Islamic University, Islamabad; Mantan Menteri Agama Pakistan

PALESTINA

1. Shaykh Dr. Ikrimah Sabri

Mufti Besar Al-Quds dan Imam Besar Masjid Al-Aqsa

2. Shaykh Taysir Raj ab Al-Tamimi

Hakim Agung Palestina

PORTUGAL

1. Mr. Abdool Magid Vakil

Ketua LSM Banco Efisa

2. Mr. Sohail Nakhooda

Pemred Islamica Magazine

QATAR

1. Prof. Dr. Shaykh Yusuf Al-Qaradawi

Ketua Persatuan Internasional Ulama Islam

2. Prof. Dr. Aisha Al-Mana’i

Dekan Fakultas Hukum Islam, University of Qatar

RUSIA

1. Shaykh Rawi Ayn Al-Din

Ketua Urusan Muslim

2. Prof. Dr. Said Hibatullah Kamilev

Direktur, Moscow Institute of Islamic Civilisation

3. Dr. Murad Murtazein

Rektor, Islamic University, Moskow

ARAB SAUDI

1. Dr. Abd Al-Aziz bin Uthman Al-Touaijiri

Direktur Umum, The Islamic Educational, Scientific and Cultural Organization (ISESCO)

2. Syaikh al-Habib Muhammad bin Abdurrahman al-Saqqaf

SENEGAL

1. Al-Hajj Mustafa Sisi

Penasehat Khusus Presiden Senegal

SINGAPORA

1. Dr. Yaqub Ibrahim

Menteri Lingkuhan Hidup dan Urusan Muslim

AFRIKA SELATAN

1. Shaykh Ibrahim Gabriels

Ketua Majlis Ulama Afrika Utara South African ‘Ulama’

SUDAN

1. Abd Al-Rahman Sawar Al-Dhahab

Mantan Presiden Sudan

2. Dr. Isam Ahmad Al-Bashir

Menteri Agama

SWISS

1. Prof. Tariq Ramadan

Cendikiawan Muslim

SYRIA

1. Dr. Muhammad Sa’id Ramadan Al-Buti

Dai, Pemikir dan Penulis Islam

2. Prof. Dr. Syaikh Wahba Mustafa Al-Zuhayli

Ketua Departemen Fiqih, Damascus University

3. Syaikh Dr. Ahmad Badr Hasoun

Mufti Besar Syria

THAILAND

1. Mr. Wan Muhammad Nur Matha

Penasehat Perdana Menteri

2. Wiboon Khusakul

Dubes Thailand untuk Irak

TUNISIA

1. Prof. Dr. Al-Hadi Al-Bakkoush

Mantan Perdana Menteri Tunisia

2. Dr. Abu Baker Al-Akhzuri

Menteri Agama

TURKI

1. Prof. Dr. Ekmeleddin I lis an og hi

Sekjen Organisasi Konferensi Islam (OKI)

2. Prof. Dr. Mualla Saljuq

Dekan Fakultas Hukum, University of Ankara

3. Prof. Dr. Mustafa Qag nci

Mufti Besar Istanbul

4. Prof. Ibrahim Kafi Donmez

Profesor Fiqih University of Marmara

UKRAINA

1. Shaykh Dr. Ahmad Tamim

Mufti Ukraina

UNI EMIRAT ARAB

1. Mr. Ali bin Al-Sayyid Abd Al-Rahman Al-Hashim

Penasehat Menteri Agama

2. Syaikh Muhammad Al-Banani

Hakim Pengadilan Tinggi

3. Dr. Abd al-Salam Muhammad Darwish al-Marzuqi

Hakim Pengadilan Dubai

INGGRIS

1. Syaikh Abdal Hakim Murad / Tim Winter

Dosen, University of Cambridge

2. Syaikh Yusuf Islam /Cat Steven

Dai Islam dan mantan penyanyi

3. Dr.FuadNahdi

Pemimpin Redaksi Q-News International

4. SamiYusuf

Penyanyi Lagu-lagu Islam

AMERIKA SERIKAT

1. Prof. Dr. Seyyed Hossein Nasr

Penulis dan profesor Studi-studi Islam, George Washington University

2. Syaikh Hamza Yusuf

Ketua Zaytuna Institute

3. Syaikh Faisal Abdur Rauf

Imam Masjid Jami Kota New York

4. Prof. Dr. Ingrid Mattson

Profesor Studi-studi Islam, Hartford Seminary; Ketua Masyarakat Islam Amerika Utara (ISNA)

UZBEKISTAN

1. Syaikh Muhammad Al-Sadiq Muhammad Yusuf

Mufti Besar

YAMAN

1. Syaikh Habib ‘Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz

Ketua Madrasah Dar al-Mustafa, Tarim

2. Syaikh Habib Ali Al-Jufri

Dai Internasional

Prof. Dr. Husayn Al-Umari

Anggota UNESCO; Profesor Sejarah, Universitas San

 

NASKAH ARAB RISALAH AMMAN

حول

حقيقة الإسلام ودوره في المجتمع المعاصر

عمّان- المملكة الأردنية الهاشمية

27- 29 جمادى الأولى 1426هـ/ الموافق 4-6 تموز (يوليو) 2005م

بسم الله الرحمن الرحيم

والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وسلّم

]يا أيّها الناس اتقوا ربّكم الذي خلقكم من نفسٍ واحدة [ [النساء 1]

بيان صادر عن المؤتمر الإسلامي الدولي الذي عقد في عمّان، عاصمة المملكة الأردنية الهاشمية، تحت عنوان (حقيقة الإسلام ودوره في المجتمع المعاصر)، في المدة 27- 29 جمادى الأولى 1426هـ/ 4- 6 تموز (يوليو) 2005م

وفقاً لما جاء في فتوى فضيلة الإمام الأكبر شيخ الأزهر المكرّم، وفتوى سماحة آية الله العظمى السيد علي السيستاني الأكرم، وفتوى فضيلة مفتي الديار المصرية الأكرم، وفتاوى المراجع الشيعية الأكرمين (الجعفرية والزيدية)، وفتوى فضيلة المفتي العام لسلطنة عُمان الأكرم، وفتوى مجمع الفقه الإسلامي الدولي (منظمة المؤتمر الإسلامي- جدّة، المملكة العربية السعودية)، وفتوى المجلس الأعلى للشؤون الدينية التركية، وفتوى فضيلة مفتي المملكة الأردنية الهاشمية ولجنة الإفتاء الأكرمين فيها، وفتوى فضيلة الشيخ الدكتور يوسف القرضاوي الأكرم،

ووفقاً لما جاء في خطاب صاحب الجلالة الهاشمية الملك عبد الله الثاني ابن الحسين ملك المملكة الأردنية الهاشمية في افتتاح مؤتمرنا،

ووفقاً لعلمنا الخالص لوجه الله الكريم،

ووفقاً لما قدم في مؤتمرنا هذا من بحوث ودراسات وما دار فيه من مناقشات،

فإننا، نحن الموقعين أدناه، نعرب عن توافقنا على ما يرد تالياً، وإقرارنا به:

(1) إنّ كل من يتّبع أحد المذاهب الأربعة من أهل السنّة والجماعة (الحنفي، والمالكي، والشافعي، والحنبلي) والمذهب الجعفري، والمذهب الزيدي، والمذهب الإباضي، والمذهب الظاهري، فهو مسلم، ولا يجوز تكفيره. ويحرم دمه وعرضه وماله. وأيضاً، ووفقاً لما جاء في فتوى فضيلة شيخ الأزهر، لا يجوز تكفير أصحاب العقيدة الأشعريّة، ومن يمارس التصوّف الحقيقي. وكذلك لا يجوز تكفير أصحاب الفكر السلفي الصحيح.

كما لا يجـــوز تكفير أيّ فئة أخــرى مـن المسلمين تؤمــن بالله سبحانه وتعالى وبرسوله صلى الله عليه وسلم وأركان الإيمان، وتحترم أركان الإسلام، ولا تنكر معلوماً من الدين بالضرورة.

(2) إنّ ما يجمع بين المذاهب أكثر بكثير ممّا بينها من الاختلاف. فأصحاب المذاهب الثمانية متفقون على المبادىء الأساسيّة للإسلام. فكلّهم يؤمنون بالله سبحانه وتعالى، واحداً أحداً، وبأنّ القرآن الكريم كلام الله المنزَّل، وبسيدنا محمد عليه الصلاة والسلام نبياً ورسولاً للبشرية كافّة. وكلهم متفقون على أركان الإسلام الخمسة: الشهادتين، والصلاة، والزكاة، وصوم رمضان، وحجّ البيت، وعلى أركان الإيمان: الإيمان بالله، وملائكته، وكتبه، ورسله، واليوم الآخر، وبالقدر خيره وشرّه. واختلاف العلماء من أتباع المذاهب هو اختلاف في الفروع وليس في الأصول، وهو رحمة. وقديماً قيل: إنّ اختلاف العلماء في الرأي أمرٌ جيّد.

(3) إنّ الاعتراف بالمذاهب في الإسلام يعني الالتزام بمنهجية معينة في الفتاوى: فلا يجوز لأحد أن يتصدّى للإفتاء دون مؤهّلات شخصية معينة يحددها كل مذهب، ولا يجوز الإفتاء دون التقيّد بمنهجية المذاهب، ولا يجوز لأحد أن يدّعي الاجتهاد ويستحدث مذهباً جديداً أو يقدّم فتاوى مرفوضة تخرج المسلمين عن قواعد الشريعة وثوابتها وما استقرَّ من مذاهبها.

(4) إنّ لبّ موضوع رسالة عمّان التي صدرت في ليلة القدر المباركة من عام 1425 للهجرة وقُرئت في مسجد الهاشميين، هو الالتزام بالمذاهب وبمنهجيتها؛ فالاعتراف بالمذاهب والتأكيد على الحوار والالتقاء بينها هو الذي يضمن الاعتدال والوسطية، والتسامح والرحمة، ومحاورة الآخرين.

(5) إننا ندعو إلى نبذ الخلاف بين المسلمين وإلى توحيد كلمتهم، ومواقفهم، وإلى التأكيد على احترام بعضهم لبعض، وإلى تعزيز التضامن بين شعوبهم ودولهم، وإلى تقوية روابط الأخوّة التي تجمعهم على التحابّ في الله، وألاّ يتركوا مجالاً للفتنة وللتدخّل بينهم.

فالله سبحانه يقول:

]إنما المؤمنون إخوة فأصلحوا بين أخويكم واتقوا الله لعلكم تُرحمون [ [الحجرات 10].

والحمد لله وحده.

قائمة بأسماء السادة الموقعين في المؤتمر الإسلامي الدولي

حول

حقيقة الإسلام ودوره في المجتمع المعاصر*

جمهورية أذربيجان

سماحة شيخ الإسلام الله شكور بن همّت باشا زادة/ رئيس إدارة مسلمي القفقاز

المملكة الأردنية الهاشمية

صاحب السموّ الملكي الأمير غازي بن محمد/ المبعوث الشخصي والمستشار الخاص لجلالة الملك عبد الله الثاني ابن الحسين المعظم، رئيس مجلس أمناء مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي

سماحة الشيخ عز الدين الخطيب التميمي/ مستشار جلالة الملك للشؤون الإسلامية، قاضي القضاة

معالي الأستاذ الدكتور عبد السلام العبادي/ وزير الأوقاف والشؤون والمقدسات الإسلامية

سماحة الأستاذ الدكتور أحمد هليل/ مستشار جلالة الملك/ إمام الحضرة الهاشمية

سماحة الشيخ سعيد الحجاوي/ المفتي العام للمملكة الأردنية الهاشمية

معالي السيد عقل بلتاجي/ مستشار جلالة الملك

معالي الأستاذ الدكتور خالد طوقان/ وزير التربية والتعليم/ وزير التعليم العالي والبحث العلمي

سماحة الشيخ سالم الفلاحات/ المراقب العام للإخوان المسلمين

سماحة الأستاذ الدكتور الشيخ عبد العزيز الخياط/ وزير الأوقاف سابقاً

سماحة الدكتور الشيخ نوح القضاة/ مفتي القوات المسلحة الأردنية سابقاً

معالي الأستاذ الدكتور خالد الكركي/ نائب رئيس مجلس أمناء مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي/ رئيس جامعة جرش الأهلية

معالي الأستاذ الدكتور إسحق الفرحان/ رئيس جامعة الزرقاء الأهلية/ وزير التربية والتعليم سابقاً

معالي الأستاذ كامل الشريف/ الأمين العام للمجلس الإسلامي العالمي للدعوة والإغاثة

معالي الدكتور عبد اللطيف عربيّات/ رئيس مجلس النواب سابقاً، رئيس مجلس شورى جبهة العمل الإسلامي

سماحة العميد عبد الكريم سليم سليمان الخصاونة/ المفتي العام للقوات المسلحة الأردنية

عطوفة الأستاذ الدكتور عادل الطويسي/ رئيس جامعة آل البيت

فضيلة الأستاذ الدكتور يوسف غيظان/ عميد كلية الدعوة وأصول الدين، جامعة البلقاء التطبيقية

فضيلة الشيخ حسن السقّاف/ مستشار سمو رئيس مجلس أمناء مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي، مدير دار الإمام النووي للنشر والتوزيع

سعادة المهندس مروان الفاعوري/ رئيس منتدى الوسطية للفكر والثقافة

سعادة السيدة نوال الفاعوري/ مربية ومفكرة إسلامية

فضيلة الأستاذ الدكتور عبد الناصر أبو البصل/ عميد كلية الشريعة- جامعة اليرموك

عطوفة الأستاذ بلال التل/ رئيس تحرير صحيفة اللواء

سعادة الأستاذ الدكتور عزمي طه السيد/ كلية الدراسات الفقهية والقانونية – جامعة آل البيت

الدكتور راشد سعيد شهوان/ كلية أصول الدين – جامعة البلقاء التطبيقية

أستراليا

الشيخ سليم علوان الحسيني/ أمين عام دار الفتوى- المجلس الإسلامي الأعلى

جمهورية أفغانستان

سعادة السيد نصير أحمد نور/ سفير أفغانستان في دولة قطر

الجمهورية الألمانية

سعادة الأستاذ الدكتور مراد هوفمان/ سفير ألمانيا السابق في المملكة المغربية/ مفكر وباحث

فضيلة الشيخ صلاح الدين الجعفراوي/ الأمين العام المساعد للمجلس العالمي للدعوة الإسلامية

دولة الإمارات العربية المتحدة:

سماحة السيد علي بن السيد عبد الرحمن الهاشم/ مستشار سمو رئيس الدولة للشؤون القضائية والدينية

سماحة الشيخ محمد البناني/ القاضي بالمحكمة الاتحادية العليا- الإمارات العربية المتحدة

الدكتور عبد السلام محمد درويش المرزوقي/ قاضي في محكمة دبي.

الولايات المتحدة الأمريكية:

الأستاذ الدكتور سيّد حسين نصر/ أستاذ الدراسات الإسلامية في جامعة جورج واشنطن

فضيلة الشيخ حمزة يوسف/ رئيس مؤسسة الزيتونة

فضيلة الشيخ فيصل عبد الرؤوف/ إمام مسجد نيويورك

سعادة الدكتورة إنجريد ماتسون/ أستاذة الدراسات الإسلامية – كلية هارتفورد

سعادة الأستاذ الدكتور سليمان عبد الله شلايفر/ مدير مركز أدهم للصحافة والتلفزيون/ الجامعة الأمريكية – القاهرة

فضيلة الدكتور الشيخ نوح حاميم كلر/ داعية ومفكر إسلامي/ عضو مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي

سعادة السيد نهاد عوض/ مدير عام مجلس العلاقات الإسلامية الأمريكية

سعادة الأستاذ الدكتور جيمس موريس/ جامعة إكستر

الشيخ عبد الله أدهمي/ داعية ومفكر إسلامي

سعادة الدكتور يوسف لومبارد/ مفكر إسلامي

جمهورية إندونيسيا:

سعادة الدكتورة توتي علوية عبد الله شافعي/ رئيسة جامعة الشافعية الإسلامية

سعادة السيد ربحان عبد الوهاب/ سفير الجمهورية الإندونيسية إلى المملكة الأردنية الهاشمية

سعادة الحاج أحمد هاشم مزادي/ رئيس المجلس المركزي لجمعية نهضة العلماء

سعادة السيد محمد رازي منير/ مساعد رئيس المجلس المركزي لجمعية نهضة العلماء

سعادة السيد محمد إقبال سُلام/ المؤتمر العالمي للجامعات الإسلامية

جمهورية أوزبكستان:

سماحة الشيخ محمد الصادق محمد يوسف/ المفتي العام للجمهورية

سعادة الأستاذ يوسفوف أرتقبيك/ مفكر إسلامي

أوكرانيا

المفتي الشيخ أحمد تميم/ مفتي أوكرانيا

جمهورية إيران الإسلامية:

سماحة آية الله الشيخ محمد علي التسخيري/ الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الإسلامية

سماحة آية الله محمد واعظ زادة الخراساني/ الأمين العام للمجمع العالمي للتقريب بين المذاهب الإسلامية (سابقاً)

سماحة الأستاذ الدكتور السيد مصطفى محقّق داماد/ مدير أكاديمية العلوم، القاضي بوزارة العدل، رئيس مؤسسة التفتيش العام

سماحة حجة الإسلام والمسلمين الدكتور محمود محمدي عراقي/ رئيس رابطة الثقافة والعلاقات الإسلامية في الجمهورية الإسلامية الإيرانية

سعادة الدكتور السيد محمود مرعشي النجفي/ رئيس مكتبة آية الله العظمى مرعشي النجفي

سعادة الدكتور محمد علي آذرشب/ الأمين العام لجمعية الصداقة العربية الإيرانية

سعادة السيد مرتضى هاشم بور قادي/ المدير العام لدائرة العلاقات الدولية/ دائرة المعارف الإسلامية الكبرى

فضيلة العلامة الشيخ عباس علي سليماني/ مندوب الإمام في شرق إيران

سعادة السيد غلام رضا ميرزائي/ عضو مجلس الشورى

سعادة الدكتور محمد رضا خاتمي/ زعيم جبهة المشاركة السياسية الإصلاحية

سماحة الشيخ محمد شريعتي/ جبهة المشاركة السياسية الإصلاحية

الأستاذ ما شاء الله محمود شمس الواعظين/ كاتب وصحفي.

إيطاليا

السيد يحيى سيرجيو بالاّفيسثيني/ نائب الرئيس، التجمّع الديني الإسلامي في إيطاليا.

جمهورية الباكستان:

سعادة الأستاذ الدكتور ظفر إسحاق أنصاري/ المدير العام لمركز البحوث الإسلامية، إسلام آباد- باكستان

سماحة الدكتور رضا شاه كاظمي/ باحث ومفكر إسلامي

سعادة الأستاذ عارف كمال/ مفكر إسلامي، سفير جمهورية الباكستان إلى المملكة الأردنية الهاشمية

سماحة الأستاذ الدكتور محمود أحمد غازي/ رئيس الجامعة الإسلامية في إسلام أباد

الشيخ الدكتور محمد طاهر القادري/ مركز البحوث الإسلامية- إسلام آباد

مملكة البحرين:

سماحة الشيخ الدكتور محمد علي الستري/ وزير العدل

سعادة الدكتور فريد بن يعقوب المفتاح/ وكيل وزارة الشؤون الإسلامية

جمهورية البرازيل:

فضيلة الشيخ علي محمد عبدوني/ ممثل الندوة العالمية للشباب الإسلامي في أمريكا اللاتينية والمعتمد الديني لدار الفتوى للجمهورية اللبنانية في ساوباولو

البرتغال

السيد عبد المجيد وكيل/ رئيس بانكو إفيسبا

السيد سهيل ناخودا/ رئيس تحرير مجلة إسلاميكا

جمهورية بنغلادش

سعادة الأستاذ الدكتور أبو الحسن صادق/ رئيس جامعة بنغلادش الآسيوية

البوسنة والهرسك:

فضيلة الأستاذ الدكتور الشيخ مصطفى تسيريتش/ رئيس العلماء والمفتي العام في البوسنة والهرسك

فضيلة الأستاذ حسن ماكيتش/ مفتي بيهاتش

سعادة الأستاذ أنس ليفاكوفيتش/ باحث ومحاضر/ كلية الدراسات الإسلامية

مملكة تايلند:

سعادة السيد وان محمد نور ماثا/ مستشار دولة رئيس الوزراء

سعادة السيد ويبون خوساكول/ سفير تايلند – بغداد

الجمهورية التركية:

معالي الأستاذ الدكتور أكمل الدين إحسان أوغلو/ الأمين العام لمنظمة المؤتمر الإسلامي

سعادة الأستاذ الدكتور علي أوزاك/ رئس وقف دراسات العلوم الإسلامية – إستانبول

سعادة الأستاذة الدكتورة معلّى سلجوق/ عميدة كلية الشريعة – أنقرة

سعادة البروفسور الدكتور مصطفى شاغريجي/ مفتي اسطنبول وأستاذ الفلسفة الإسلامية

سعادة البروفسور إبراهيم كافي دونماز/ أستاذ الفقه الإسلامي في جامعة مرمرة

جمهورية تشاد

الشيخ الدكتور حسين حسن أبكر/ رئيس المجلس الأعلى للشؤون الإسلامية بجمهورية تشاد

الجمهورية التونسية:

دولة الأستاذ الدكتور الهادي البكوش/ رئيس وزراء تونس سابقاً

السيد الدكتور أبو بكر الأخزوري/ وزير الشؤون الدينيّة

سعادة الأستاذ الدكتور علي الشّابي/ رئيس المجلس الإسلامي الأعلى، وزير الشؤون الإسلامية سابقاً

سعادة الأستاذ الحبيب شيبوب/ كاتب ومؤرخ

سعادة الدكتور عامر الزمالي/ مستشار شؤون العالم الإسلامي، اللجنة الدولية للصليب الأحمر

الجمهورية الجزائرية الديمقراطية الشعبية:

معالي الأستاذ الأخضر الإبراهيمي/ المبعوث الخاص للأمين العام للأمم المتحدة

معالي الأستاذ الدكتور بو عبد الله بن الحاج محمد آل غلام الله/ وزير الشؤون الدينية والأوقاف

معالي الدكتور مصطفى شريف/ وزير التعليم العالي وسفير الجزائر في القاهرة سابقاً

معالي الدكتور سعيد شيبان/ وزير الشؤون الدينية سابقاً

سعادة الأستاذ الدكتور عمّار الطالبي/ قسم الفلسفة – جامعة الجزائر

سعادة السيد أبو جرة سلطاني/ حركة مجتمع السلم

جنوب إفريقيا:

الشيخ إبراهيم جابرييلز/ رئيس علماء جنوب إفريقيا

جمهورية روسيا الاتحادية:

فضيلة الشيخ راوي عين الدين/ رئيس الإدارة الدينية للمسلمين

سعادة الأستاذ الدكتور سعيد هبة الله كاميليف/ مدير معهد الحضارة الإسلامية – موسكو

سعادة الدكتور مراد مرتازين/ رئيس الجامعة الإسلامية – موسكو

السيد روشان عباسوف/ مدير قسم العلاقات الخارجية لمجلس شورى المفتين لروسيا

المملكة العربية السعودية:

معالي الدكتور عبد العزيز بن عثمان التويجري/ المدير العام للمنظمة الإسلامية للتربية والعلوم والثقافة

الشيخ الحبيب محمد بن عبد الرحمن السقاف

جمهورية سنغافورة:

معالي الدكتور يعقوب إبراهيم/ وزير البيئة والموارد المائية، الوزير المكلف بالشؤون الإسلامية

جمهورية السنغال:

معالي السيد الحاج مصطفى سيسي/ المستشار الخاص لفخامة رئيس الجمهورية السنغالية

سعادة الأستاذ عبد الله باه/ رئيس اتحاد المتطوعين للتربية والثقافة الإسلامية

الجمهورية السودانية:

فخامة الرئيس عبد الرحمن سوار الذهب/ رئيس الجمهورية الأسبق

معالي الدكتور عصام أحمد البشير/ وزير الإرشاد والأوقاف

سعادة الأستاذ الدكتور عز الدين عمر موسى/ محاضر في قسم التاريخ ، جامعة الملك سعود – الرياض

الجمهورية العربية السورية:

فضيلة الأستاذ الدكتور محمد سعيد رمضان البوطي/ داعية ومفكر إسلامي

فضيلة الأستاذ الدكتور الشيخ وهبة مصطفى الزحيلي/ رئيس قسم الفقه الإسلامي ومذاهبه، كلية الشريعة – جامعة دمشق

سماحة الدكتور صلاح الدين أحمد كفتارو/ المدير العام لمجمع الشيخ أحمد كفتارو

سماحة الشيخ الدكتور أحمد بدر حسون/ مفتي الجمهورية العربية السورية

فضيلة الدكتور محمد توفيق سعيد البوطي/ أستاذ الفقه وأصوله- كلية الشريعة- جامعة دمشق

سويسرا

الأستاذ طارق رمضان/ مفكر إسلامي

الجمهورية العراقية

سماحة آية الله العظمى الشيخ حسين المؤيد/ المنتدى العلمي- بغداد

سماحة آية الله أحمد البهادلي/ داعية إسلامي

الدكتور أحمد عبد الغفور السامرائي/ رئيس ديوان الوقف السني

سماحة السيد عبد الصاحب الخوئي/ الأمين العام لمؤسسة الإمام الخوئي الخيرية

سماحة السيد محمد الموسوي/ الأمين العام لرابطة أهل البيت العالمية الإسلامية

سعادة الأستاذ الدكتور عبد العزيز الدوري/ باحث ومؤرخ، قسم التاريخ – الجامعة الأردنية

سعادة الأستاذ الدكتور بشار عوّاد معروف/ باحث ومحقق، عضو مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي والمشرف العلمي على مشروع التفاسير فيها

سماحة الشيخ عباس علي كاشف الغطاء/ كلية الدراسات الإسلامية – جامعة الكوفة

سعادة الدكتور عبد الحميد النجدي / مفكر إسلامي

سماحة الشيخ وليد فرج الله الأسدي/ كلية الدراسات الإسلامية – جامعة الكوفة

فضيلة الشيخ الأستاذ الدكتور أحمد الكبيسي/ داعية ومفكر إسلامي

سعادة الأستاذ غانم جواد/ مدير الشؤون الثقافية، مؤسسة الإمام الخوئي الخيرية

سعادة السيد محمد علاوي / نائب المدير العام لرابطة أهل البيت العالمية الإسلامية

سعادة الأستاذ سعد الملاّ/ مفكر إسلامي

سعادة الدكتور مصطفى عبد الإله كمال الدين/ مفكر إسلامي

سلطنة عُمان

سماحة الشيخ أحمد بن حمد الخليلي/ المفتي العام لسلطنة عُمان

فضيلة الشيخ أحمد بن سعود السيابي/ الأمين العام بمكتب المفتي العام للسلطنة

جمهورية فرنسا

فضيلة الشيخ دليل أبو بكر/رئيس مجلس الديانة الإسلامية في فرنسا/ إمام جامع باريس

سعادة الدكتور حسين رئيس/ مدير الشؤون الثقافية لمسجد باريس

دولة فلسطين

فضيلة الشيخ الدكتور عكرمة صبري/ المفتي العام للقدس والديار الفلسطينية، خطيب المسجد الأقصى المبارك

فضيلة الشيخ تيسير رجب التميمي/ قاضي قضاة فلسطين

دولة قطر

فضيلة الأستاذ الدكتور الشيخ يوسف القرضاوي/ مدير مركز بحوث السنة والسيرة – جامعة قطر

سعادة الأستاذة الدكتورة عائشة المناعي/ عميدة كلية الشريعة – جامعة قطر

كندا:

الشيخ فراز ربّاني/ عالم حنفي

دولة الكويت

معالي الأستاذ الدكتور عبد الله يوسف الغنيم/ رئيس مركز البحوث والدراسات الكويتية

سعادة الدكتور عادل عبد الله الفلاح/ وكيل وزارة الأوقاف والشؤون الإسلامية

الجمهورية اللبنانية

سعادة الأستاذ الدكتور هشام نشابة/ رئيس مجلس إدارة المعاهد العليا، عميد التربية والتعليم ، جمعية المقاصد الخيرية الإسلامية

فضيلة الشيخ السيد هاني فحص/ عضو المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

الشيخ عبد الله بن محمد الهرري

السيد حسام بن مصطفى قراقرة/ رئيس جمعية المشاريع الخيرية الإسلامية

سعادة الأستاذ الدكتور رضوان السيّد/ كلية الآداب – الجامعة اللبنانية، رئيس تحرير مجلة الاجتهاد

سعادة الأستاذ محمد السماك/ الأمين العام للجنة الوطنية الإسلامية المسيحية للحوار ، الأمين العام للقمة الروحية الإسلامية

سماحة القاضي الشرعي الجعفري الشيخ أسد الله الحرشي/ المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

سماحة الشيخ خليل الميس/ مفتي زحلة والبقاع الغربي

فضيلة الشيخ عبد الأمير قبلان/ نائب رئيس المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

الشيخ جميل محمد الحسيني/ رئيس جمعية المشايخ الصوفية في لبنان

سعادة الأستاذ حسن فرحات/ المجلس الإسلامي الشيعي الأعلى

الجماهيرية العربية الليبية الشعبية الاشتراكية العظمى

سعادة الأستاذ إبراهيم الربو/ أمين مكتب المؤتمرات/ جمعية الدعوة الإسلامية العالمية

سعادة الدكتور العجيلي فرحات الميري/ مسؤول شؤون الحوار بالقيادة الشعبية الإسلامية العالمية

جزر المالديف

معالي الدكتور محمود شوقي/ وزير التربية والتعليم

جمهورية ماليزيا

معالي فيهين فادوكا الدكتور عبد الحميد عثمان/ الوزير برئاسة الوزراء

الدكتور أنور إبراهيم/ نائب رئيس الوزراء الأسبق

سعادة الأستاذ الدكتور محمد هاشم كمالي/ عميد المعهد العالمي للفكر الإسلامي والحضارة الإسلامية

معالي السيد شهيدان قاسم/ الوزير الأول لولاية برلنس- ماليزيا

سعادة السيد خيري جمال الدين/ نائب رئيس قطاع الشباب، المنظمة الوطنية المتحدة لماليزيا

الأوقاف

فضيلة الأستاذ الدكتور علي جمعة/ مفتي جمهورية مصر العربية

فضيلة الأستاذ الدكتور أحمد محمد أحمد الطيب/ رئيس جامعة الأزهر

معالي الأستاذ الدكتور أحمد كمال أبو المجد/ مفكر إسلامي، وزير الإعلام سابقاً، محام بالنقض وخبير دولي في شؤون التحكيم

معالي الدكتور محمد الأحمدي أبو النور/ وزير الأوقاف في جمهورية مصر العربية سابقاً، والأستاذ في كلية الشريعة – جامعة اليرموك، الأردن

فضيلة الأستاذ الدكتور فوزي الزفزاف/ رئيس اللجنة الدائمة للأزهر الشريف للحوار بين الأديان السماوية، عضو مجمع البحوث الإسلامية

سعادة الأستاذ الدكتور حسن حنفي/ باحث ومفكر إسلامي، قسم الفلسفة – جامعة القاهرة، عضو مؤسسة آل البيت للفكر الإسلامي

سعادة الأستاذ الدكتور محمد محمد الكحلاوي/ أمين الاتحاد العام للآثاريين العرب، عميد كلية الآثار- فرع الفيوم، جامعة القاهرة

سعادة الأستاذ الدكتور أيمن فؤاد سيّد/ المدير العام لدار الكتب المصرية سابقاً

فضيلة الشيخ الدكتور زغلول النجار الأكرم/ رئيس لجنة الإعجاز العلمي في القرآن والسنة في المجلس الأعلى للشؤون الإسلامية- القاهرة

فضيلة الشيخ الأستاذ معز مسعود/ داعية إسلامي

الدكتور راغب السرجاني

الدكتور محمد هداية

المملكة المتحدة

الشيخ عبد الحكيم مراد/ جامعة كامبردج

فضيلة الشيخ يوسف إسلام/ داعية ومنشد إسلامي

فضيلة الدكتور عباس مهاجراني/ عضو مؤسسة الإمام الخوئي الخيرية

سعادة الدكتور فؤاد نهدي/ إعلامي إسلامي

سعادة السيد شمس فيلاني / مفكر إسلامي

سعادة الدكتور فرهد دفتري/ مفكر إسلامي

السيد سامي يوسف/ منشد إسلامي

المملكة المغربية

معالي الأستاذ الدكتور عباس الجراري/ مستشار جلالة الملك

معالي الأستاذ الدكتور عبد الهادي بوطالب/ المستشار السابق لجلالة الملك

سعادة الأستاذ الدكتور عبد الهادي التازي/ عضو أكاديمية المملكة المغربية، سفير سابق

سعادة الأستاذ الدكتور محمد فاروق النبهان/ مدير دار الحديث الحسنية سابقاً

سعادة الأستاذ الدكتور أحمد شوقي بنبين/ مدير المكتبة الحسنية

سعادة الأستاذة الدكتورة نجاة المريني/ قسم اللغة العربية – جامعة محمد الخامس

سعادة الدكتور عبدو الفيلالي الأنصاري/ مفكر إسلامي

موريشيوس

فضيلة الشيخ غلام محمد/ الرئيس والمدير العام لجمعية الهلال الأزرق

النمسا

سعادة البروفسور أنس الشقفة/ رئيس الهيئة الدينية الإسلاميّة

السيد طرفة البغاجاتي/ مبادرة مسلمي النمسا

جمهورية نيجيريا الفيدرالية

صاحب السمو الملكي الحاجي آدو باييرو/ أمير كانو

السيد سليمان أوشو/ الأمين العام للمؤتمر الإسلامي لإفريقيا

جمهورية الهند

سعادة مولانا محمود مدني/ عضو البرلمان، الأمين العام لجمعية علماء الهند، معهد ديوباند الديني

سمو الأمير جعفر الصادق مفضل سيف الدين/ مفكر إسلامي

سمو الأمير طه سيف الدين/ مفكر إسلامي

سعادة الأستاذ الدكتور سيد أوصاف علي/ رئيس جامعة هامدارد

سعادة الأستاذ الدكتور أختر الواسع/ رئيس دائرة الدراسات الإسلامية، عميد كلية الإنسانيات واللغات، مدير مركز ذاكر حسين للدراسات الإسلامية

جمهورية اليمن

سماحة الشيخ إبراهيم بن محمد الوزير/ الأمين العام لحركة التوحيد والعمل الإسلامي

الشيخ الحبيب عمر بن محمد بن سالم بن حفيظ/ عميد دار المصطفى بتريم للدراسات الإسلامية

فضيلة الشيخ الحبيب علي الجفري/ داعية ومفكر إسلامي

معالي الأستاذ الدكتور حسين العمري/ عضو مجلس الشورى، عضو المجلس التنفيذي لليونسكو، أستاذ التاريخ الحديث والمعاصر – جامعة صنعاء

* رتبت أسماء الدول المشاركة حسب الترتيب الهجائي