PERSEMBAHAN

KUTITIPKAN SEPARUH JIWAKU PADAMU GURU

Begitu luas hamparan semesta, sementara aku hanyalah seonggok nestapa yang mencoba mangais di pematang waktu hidup ini… Aku hanya secarik lembar kosong, yang terenggut oleh ketakberdayaan dalam menterjemahkan sebaris makna tentang hidup dan kehidupan ini, tentang apa yang sesungguhnya kucari dalam panjang pengembaraan yang tak bertepi…. Bahkan kerinduan dan sunyi tak lagi bermakna ketika aku sampai pada batas ambang, meski tak henti mencoba mengosongkan diri dari gemuruh dan riuh rendah keindahan tak bermakna yang ditawarkan….

Guru, kutitipkan separuh jiwaku ketika aku mencoba menaruh harapan padamu untuk bisa sampai pada puncak ‘kemanusiaanku’..…sedang yang separuhnya lagi telah kutitipkan pada alam yang mendidikku hingga ku mampu berdiri dan berjalan di padang belantara sunyi yang mengantarku pada pengertian akan hakekat kehadiranku di semesta ini, mengajarkanku tentang bagaimana percaya dan yakin tentang hidup yang harus dijalani…..

Tuhanku, aku percaya bahwa Engkau telah mengajarkanku tentang segala kebaikan dan membimbingku untuk tak berpihak pada kebathilan meski sedikit, Engkau ajarkan melalui alam yang mengantarkanku pada bagaimana ‘seharusnya hidup’ dan menjalani kehidupan ini, Engkau ajarkan melalui lembut kasih sayang para guru yang mengajarkanku bagaimana menjalani apa yang seharusnya…dan bukan apa yang diinginkan untuk bisa sampai pada puncak kesejatian hidup…..meski kenakalan dan nafsu pikir membuatku bertanya dan selalu bertanya tentang apa dan mengapa yang tiada habisnya…..

Tuhanku, Engkau yang paling tahu,….bagaimana penghormatanku, bagaimana aku menempatkan pada ruang jiwaku, dan bagaimana besarnya cintaku kepada guru yang dengan tulusnya memberikan segenap ilmu yang dimilikinya kepada semesta jiwa yang kosong ini, mengarahkanku dengan segala kesabaran untuk menuntun ‘jiwaku yang mati’ dalam pekatnya sunyi…hingga ku mampu mendengar kembali dan mencerap apa yang harus dimaknai dari ‘keindahan’ dan bagaimana seharusnya ‘menjadi indah….

Hanya Engkau yang paling tahu, bagaimana aku menengadahkan tanganku agar selalu Engkau limpahkan rahmatMu untuk para penjaga ilmuMu di bumi ini…. Bagaimana besar syukurku bahwa telah Engkau pertemukan aku pada hamparan semesta dalam jiwa-jiwa besar mereka, yang karena kekerdilanku aku telah memperlakukan kesahajaan mereka dengan penerimaanku yang tak pantas….. Hanya Engkau yang paling tahu,..bagaimana aku percaya dan menggengam erat apa yang telah mereka ajarkan padaku.

Guru,…..jikalau tak sampai kemampuanku mencapai sebagaimana yang engkau harapkan tentang diriku untuk ‘menjadi’ dan ‘seperti’ sebagaimana apa yang engkau inginkan,…..maka maafkanlah sebagai keterbatasan kemanusiaanku dalam segala himpitan realitas yang kuhadapi dan bukan karena ketidaktaatanku padamu….. Guru…restuilah aku dan kehidupanku….
(Jombang, 1 Maret 2010)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Sampaikanlah kebenaran dengan cara yang benar….

%d blogger menyukai ini: